Gurl's Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, December 21, 2013

detail berita

Gulai identik dengan pemakaian daging ayam atau daging sapi, tapi ada pula yang menggunakan kikil. Supaya lebih enak, gantikan dengan ikan tuna.

"Kalau mau masak gulai, tapi tetap sehat, Anda bisa menggantinya dengan ikan. Pilih tekstur ikan yang agak keras, bisa ikan tuna atau ikan kakap merah," ucap Andrew Moreez, Executive Chef Swiss Bell Hotel Batam.

Untuk memasak gulai ikan tuna, bersihkan dahulu ikan. Lebih baik gunakan ikan tuna fillet bila tidak ingin repot membersihkannya.

Siapkan bumbu halus, terdiri dari dari bawang merah, bawang putih, serta kunyit. Kemudian, rebus santan dan bumbu halus yang diaduk hingga mendidih.

"Dalam proses pengadukan santan dan bumbunya, lakukan secara perlahan. Jangan berhenti karena santan akan mudah pecah, hasilnya aroma santan akan terlalu menyengat saat dimakan," timpalnya.

Ketika bumbu dan santan mau mendidih, barulah masukkan ikan, lengkuas, cabai rawit, daun salam, tomat, dan garam. Kemudian masak hingga bumbu meresap.

"Bila ingin merasakan sensasi kenikmatan lebih berbeda, maka bisa tambahkan sedikit jeruk nipis. Sentuhan rasa asam akan membuat Anda jadi lebih bersemangat menyantapnya," tutupnya.

detail berita

Lawa adalah makanan khas Bone, Sulawesi Selatan. Kuliner yang terbuat dari ikan mentah ini sangat mirip makanan khas Jepang, sushi. Lawa sangat diyakini masyarakat Bone mampu meningkatkan vitalitas kaum pria.

Di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ada kuliner yang disebut dengan lawa. Lawa mirip denganmakanan khas jepang, yaitu sushi.

Kedua kuliner tersebut memiliki bahan yang sama, yaitu terbuat dari ikan mentah. Lawa, begitu orang menamakan kuliner yang dianggap memiliki khasiat bagi kaum adam tersebut. Menurut mereka, kuliner berbahan ikan mentah dicampur dengan parutan kelapa dan cuka tersebut diyakini dapat meningkatkan vitalitas pria.

Tak heran jika setiap acara-acara tertentu, seperti pesta pernikahan, syukuran, dan pertemuan keluarga, lawa selalu dicari. Selain rasanya enak dan gurih, lawa juga merupakan makanan tradisional masyarakat Bone. Cara pembuatannya pun terbilang unik karena jenis ikan yang dipakai cukup beragam, tergantung dari selera orang yang membuatnya.

Lawa kerap dijumpai dan dibuat oleh warga yang berada di pesisir pantai, seperti di Desa Panyula, Pallette, Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone. Ikan segar yang telah dibuang isi perut, kepala, dan tulangnya ini dicuci bersih kemudian diperas. Ikan mentah ini lalu dicampur dengan larutan cuka agar matang juga hilang bau amisnya.

Ikan mentah dalam larutan cuka tersebut didiamkan selama 15 menit sambil membuat bahan lainnya, seperti parutan kelapa, serutan mangga muda, dan bumbu dapur. Bumbu yang digunakan terdiri dari bawang merah, bawang putih, merica, penyedap rasa, jeruk nipis, dan garam.

Setelah semua bumbu dapur dihaluskan, aduk merata dengan ikan yang sudah dicampur larutan cuka. Lawa pun siap dihidangkan, setelah ditaburkan bawang goreng. Selain memperindah lawa, bawang goreng juga memberikan aroma harum.

"Saya sangat doyan lawa karena di samping rasanya yang enak dan gurih, lawa juga dipercayaa dapat menambah stamina," kata Alfian, salah seorang penikmat lawa.

Bahkan, jika diperhatikan dan dirasakan, orang tidak menyangka jika lawa tersebut terbuat dari ikan mentah. Pasalnya saat dimakan, tidak ada aroma amis ikan yang tercium.

detail berita

Balungan atau tulang-tulang sapi muda, kuah kaldu nan gurih bisa dihasilkan darinya. Bakso Balungan besutan Baksolicious membuktikannya.

Makan semangkok bakso, yang paling dirindu tentu citarasa butiran daging alias bakso di dalamnya. Dan, yang tidak kalah menyenangkan adalah kuah bakso yang gurih.

Adalah bakso balungan ala Baksolicious memadukan keduanya; bakso enak dan kuah gurih sekaligus sehat. Kuah gurih didapat dari hasil perebusan daging selama 72 jam. Sang pemilik yang merupakan pasangan suami-istri Erwin Sujono dan Devina Adriani Hartono meyakinkannya.

Balungan adalah bagian tulang sapi yang masih diselimuti oleh daging di bagian iga, tulang belakang, dan tulang ekor sapi. Balungan yang digunakan Erwin hanya bagian tulang belakang dan iga sapi.

Dalam sehari, rata-rata Erwin merebus 10kg balungan. Perebusan bisa memakan waktu hingga 72 jam hingga kuah menyusut, dari 10 liter menjadi sekira 5 liter, memungkinkan daging yang masih menempel di tulang akan empuk dan menghasilkan kuah yang gurih.

Erwin juga meyakinkan bahwa kuah bakso balungan benar-benar terbebas dari gajih, yang menjadi pantangan pemilik kolesterol tinggi. Terbukti, ketika semangkok bakso menjadi dingin, tidak ada lemak putih mengambang di atas kuahnya.

Sejak dibuka Mei, menu bakso balungan menjadi yang pertama dan kini terlaris di antara menu-menu lainnya, seperti bakso don, bakso goreng, ataupun nasi goreng rempah dan bakso kuah. Saat warung buka pukul 10.00 WIB, bakso balungan akan ludes beberapa jam kemudian.

Kuah yang gurih kemudian berpadu sempurna dengan bakso enak. Tak main-main, Erwin menggunakan daging sapi 'impor' asal Solo, Jawa Tengah.Daging biasanya didatangkan sepekan hingga dua pekan sekali. Meski dari Solo, Erwin mengakui bila ongkos produksinya tetap lebih sedikit dibandingkan bila memakai daging sapi asal Jakarta.

Menurutnya, bakso kenyal bukan hanya karena persoalan komposisi tepung lebih sedikit daripada daging, tapi juga kekenyalan daging itu sendiri. "Kita benar-benar jaga kuahnya sesehat mungkin. Namanya sapi pasti mengandung kolesterol, tapi mau yang sedikit saja atau banyak? Setiap merebus 8kg daging, saya bisa buang sampai seember gajih," ungkapnya.

Dalam sehari, Erwin bisa memproduksi bakso dari 5-6 kg daging. Kadang juga lebih banyak, bergantung dari pasokan daging yang dia dapatkan. Selebihnya, bakso akan disimpan dalam freezer yang dia miliki dalam jangka tidak lebih dari tiga bulan, demi menjaga protein daging tidak hilang.

Baksolicious, yang juga mempunyai cabang di Kelapa Gading, menawarkan bakso balungan dengan tiga pilihan; bakso balungan polos (Rp18.500 per porsi), campur (Rp19.500 per porsi), dan urat (Rp20.500 per porsi). Bisa juga bakso dipesan tanpa balungan, dengan kisaran harga Rp14.500-Rp16.500

detail berita

Berbagai menu olahan bebek di Yogyakarta makin bermunculan bak jamur di musim penghujan. Bagi Anda penggemar olahan bebek, rasanya patut mencoba juga sajian khas di Rumah Makan Resty Bebek Goreng yang diolah menggunakan resep tradisional.

Ada satu menu di sini yang sangat khas dan menjadi unggulan, namanya gulai itiak lado hijau. Dari namanya, bisa ditebak ini masakan asal mana? Ya, Minangkabau. Di Kota Gudeg, masakan khas Minang juga digemari, terutama gulai itiak lado hijau yang didominasi citarasa pedas dan asin.

Bahan baku utama makanan satu ini adalah bebek muda yang diolah menggunakan bumbu-bumbu tradisional, seperti cabai keriting hijau, laos, kunyit, jahe, serta daun salam dan daun jeruk. Percampuran bumbu-bumbu tersebut menghasilkan dominasi warna hijau pada gulai itiak.

Soal rasa, sudah pasti pedas dan mampu membuat selera makan semakin meningkat. Bukan hanya lezat ketika sudah diolah menjadi makanan, daging bebek juga memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan. Penelitian menunjukkan, daging bebek mempunyai kandungan protein yang jauh lebih tinggi dibandingkan daging ayam sehingga dapat membantu meningkatkan vitalitas, menghaluskan kulit, dan mencerdaskan otak anak.

Sebagian masyarakat, termasuk Anda mungkin, masih ada yang enggan mengonsumsi daging bebek karena dikenal mengandung kolesterol tinggi atau bau amisnya yang kadang muncul sehingga berpotensi menghilangkan selera makan. Akan tetapi, masalah itu tidak berlaku di Resty Bebek Goreng, yang dalam waktu dekat bakal membuka cabang di beberapa kota, seperti Bandung, Pekanbaru, dan Makassar, bahkan Singapura dan Kuala Lumpur.

Pemilik rumah makan Resty Bebek Goreng, H Restyarto Efiawan, mengungkapkan “rahasia” di balik keunggulan olahan bebek di tempatnya. “Kami memiliki metode penyajian bebek yang berbeda dengan penyajian bebek pada umumnya. Untuk menghilangkan aroma amis pada daging bebek, pertama dihilangkan terlebih dahulu brutu (bagian belakang bebek-red) yang menyebabkan aroma amis masih tertinggal. Setelah itu, daging bebek diungkep selama beberapa jam untuk menghilangkan minyak bebek yang mengandung kolesterol. Setelah minyak bebek hilang, kemudian bebek dicampur dengan berbagai bumbu tradisional, dan dimasak menggunakan briket batubara selama dua jam,” beber Restyarto.

Mengenai pilihan cara memasak menggunakan briket batubara, selain untuk menghemat energi dengan cara memanfaatkan sumber energi terbaru, metode ini juga dinilai Restyarto cukup efektif guna menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasak bebek supaya matang sempurna. Berbagai jenis menu dari bahan baku bebek tersedia di rumah makan ini.

Variannya cukup banyak. Dari ceker bebek seharga Rp1.000 hingga menu paket yang berisi satu ekor bebek utuh yang cocok disantap bersama keluarga. Harga menu paket ini Rp80.000. Selain menu andalan gulai itiak lado hijau, penggemar bebek juga dapat mencoba menu bebek lain seperti sate bebek dan bubur bebek yang disajikan satu paket dengan teh poci hangat.

Friday, December 20, 2013

Fina dan Mike (Foto: ist)

Kekesalan Fina Tiza pada Mike "D'Bagindas" bukan tanpa alasan. Fina kesal karena putri semata wayangnya, Qiatining Ati dibawa Mike pergi dari Fina. Menurut Fina, Mike membawa putrinya ke Bandung.

"Aku mau melakukan segala cara buat ketemu anak, bukan mau cari sensasi. Aku sampai kehujanan, melakukan hal bodoh tadi buat ketemu anak. Ini bukan aku cari sensasi, aku gimana baik sama dia sampai aku paksa, sampai kayak orang gila enggak diketemuin juga," ungkap Fina usai menjalani mediasi, di PA Jakarta Selatan, Kamis (19/12/2013).

Selama tiga minggu Mike membawa putri kecilnya. Fina telah melakukan berbagai upaya untuk bertemu dengan anaknya. Salah satunya adalah dengan melaporkan tingkah Mike kepada KPAI.

"Aku kemarin sudah ke KPAI. Hasil mediasi semoga didengar Mike, dan mediasi tadi anak bisa dibagi lah, kapan harus ketemu," tutup Fina

Maia-Dhani (Foto: Okezone)

Bukan hanya kicauan Farhat Abbas di Twitter yang membuat pentolan RCM, Ahmad Dhani muak. Pernyataan Farhat tentang keinginan damai jika Maia Estianty yang menyuruh juga membuat Dhani kesal. Menurut kuasa hukum Dhani, Ramdan Alamsyah, pernyataan Farhat itu telah menjatuhkan harkat dan martabat Dhani.

"Dia merasa harga dirinya dijatuhkan oleh Farhat. Merasa keluarganya terpecah belah. Hubungan Dhani dan Maia yang tadinya enggak masalah sekarang terpecah lagi," ungkap Ramdan saat dihubungi wartawan, Kamis (19/12/2013).

Padahal menurut Ramadan, Maia bukan siapa-siapa Farhat. Kini hubungan Dhani dan mantan istrinya itu kembali renggang. Akibatnya, Dhani pun sempat mensomasi Maia meminta penjelasan tentang hubungan Maia dan Farhat. Namun, hingga saat ini Maia belum menanggapi somasi Dhani itu.

"Gara-gara Farhat menyebut Maia di Twitter, ya seolah-olah Dhani bermusuhan dengan Farhat, padahal bertemu saja belum pernah. Dan setahu saya, Farhat bukan kuasa hukumnya Maia," tutup Ramdan.

Dewi Perssik (Foto: Dok Okezone)

Dewi Perssik (Depe) sempat dihujat di Twitter karena mengaku tertipu pengobatan alternatif. Namun, pelantun "Diam-Diam" itu memastikan, metode pengobatan yang dijalaninya benar-benar menyimpang dari ajaran agama alias musyrik. 

"Tanya sama ibu saya :)“@niarsyabinaziza: @dewiperssik12 nonton TV lihat mba Dewi bicara soal ilmu hitam dan jin, pandai sekali dan fasih tentang hukum Allah," tweet salah satu penggemar di Twitternya.

Meski begitu, dia mengambil hikmah dari pengobatan yang dijalaninya. Sebab, janda Saipul Jamil ini jadi mengerti ilmu hitam.

"Kalau enggak ada kejadian telur keluar ijuk, silet, paku yang katanya ada dalam tubuh saya, saya enggak ngerti, hikmahnya itu saya dapat belajar @niarsyabinaziza," tulis Depe.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...