Gurl's Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, October 9, 2013



Pulau Sipora merupakan pulau terkecil namun yang paling strategis dan memadai di kawasan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Dibandingkan 4 pulau besar lainnya di Mentawai, posisi Pulau Sipora tepat berada di tengah-tengah antara Kepulauan Pagai dan Pulau Siberut. Di pulau ini pula terletak ibu kota kabupaten Kepulauan Mentawai, yaitu Tua Pejat.

Dengan area seluas sekira 845 km², Pulau Sipora diperkirakan memiliki 10-15% hutan hujan yang masih alami. Sebagian besar penduduk Sipora memiliki mata pencaharian sebagai petani atau nelayan.

Pulau Sipora menjadi daya tarik wisata sebab di sekitarnya terdapat beberapa tempat wisata berselancar yang memukau. Waktu paling baik untuk mengunjungi Pulau Sipora demi selancar adalah bulan April hingga Oktober. Meski begitu, Anda tetap dapat menikmati gulungan ombak yang menantang di Pulau Sipora hampir sepanjang tahun.
 
Titik berselancar kelas dunia, Hollow Trees dan Lance’s Left berada di bagian ujung selatan pulau ini. Sejumlah titik berselancar yang tersohor lainnya berada di barat laut Pulau Sipora, yaitu di antaranya Telescopes, Iceland, and Scarecrows.

Hollow Trees juga dikenal sebagai HT atau Lance’s Right. Ombak yang berbentuk silinder (dikenal dengan right tube) ini selama 10 tahun terakhir kerap muncul di majalah-majalah dan video-video berselancar dunia. Saat ombak jenis ini datang tidak terlalu besar, akan ada 3 zona take off yang menantang Anda untuk dapat melakukan manuver selancar. Saat ombak yang lebih besar datang, bagian atas ombak yang pecah (peak) akan terhubung dengan barrel secara terus-menerus yang akan membuat peselancar dengan keterampilan rata-rata ternganga.

Berhati-hatilah dengan yang dinamakan The Surgeon Table di titik selancar ini, ombak ini seolah-olah memang ada untuk mengangkat para peselancar hingga berada dipuncak ombak seolah-olah sebagai sebuah piala atau trophy. Hollow Trees tidak dianjurkan untuk peselancar pemula karena tantangan ombaknya hadir bagi mereka dengan keterampilan yang memadai dan ahli.

 
Lance’s Left adalah jenis ombak yang kuat dan paling konsisten di Pulau Sipora dan sekitarnya. Memiliki karakteristik ombak dengan dua barrel yang berbeda dan sejumlah zona take-off, Lance’s Left (jika didukung kondisi yang sempurna) dapat menjadi salah satu ombak yang paling indah di planet ini. Banyak orang menyebut dan membandingkan Lance’s Left sebagai ombak Money Trees dari G-Land versi Mentawai. Pergerakan ombak di permukaan laut akibat dari perbedaan tekanan udara dan angin (swell) yang lebih besar mampu menciptakan zona take-off vertikal dan barrel yang sempurna. Saat ombaknya tidak terlalu besar, Lance’s Left cocok untuk peselancar dengan kemampuan menengah.

Di barat laut Pulau Sipora, terdapat 2 jenis ombak terkenal lainnya. Telescopes adalah jenis ombak yang sangat panjang, semi hollow (ombak bergulung dengan lubang di bagian tengah), dan nyaris sempurna untuk selancar. Banyak peselancar yang telah berselancar Telescopes mengakui bahwa ombak ini adalah salah satu ombak terbaik di Indonesia. Telescopes yang tidak terlalu besar menantang Anda dengan jenis ombak berbentuk silinder yang cocok untuk peselancar tingkat menengah. Lokasi ombak Telescopes berada paling dekat dengan pusat pemukiman masyarakat di Tuapejat (ibu kota kabupaten), yaitu sekira 5 km arah Barat.

Scarecrows adalah jenis ombak dengan zona take off kiri yang membentuk dinding gelombang disambung dengan barrel yang bergulung cepat. Cocok bagi peselancar tingkat menengah.




Di Pulau Bidadari ada 49 cottage yang terapung dan juga yang berada di darat. Cottage terapung tersebut berupa rumah panggung di atas air dan berada di antara pepohonan yang menghadap ke laut layaknya perkampungan nelayan. Di daratnya tersedia juga rumah adat Minahasa yang dilengkapi AC, water heater, dan televisi.

Pulau Bidadari adalah salah satu pulau yang menawan di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Pulau indah ini dulunya bernama Pulau Sakit dan Pulau Pumered. Tempat yang sangat tepat untuk Anda yang mencari lokasi bulan madu karena nuansa di sini jelas membangkitkan aura romantis. 

Pulau Bidadari berada di antara gugusan Pulau Onrust, Pulau Khayangan, Pulau Kelor, dan Pulau Ayer. Secara administratif pulau ini masuk Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu.

Pulau Bidadari terus dikembangkan sebagai salah satu tujuan wisata di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu karena keindahan alam sekaligus bersejarah. Bersejarah mengingat abad ke-17, Pemerintah Hindia Belanda membangun rumah sakit lepra dan kusta di pulau ini. Selain itu, pada 1786 dibangun pula sebuah benteng pertahanan untuk melindungi Kota Batavia (Jakarta) dari serangan musuh.

Pulau Bidadari memiliki pantai berpasir putih dengan air laut yang jernih. Di sini tumbuh hutan mangrove dan tanaman langka yang terpelihara dengan baik seperti pohon perdamaian (Baringtonia exelsa), pohon kepuh, pohon sentigi (Pempis acidula), pohon kayu hitam (Diospyros maritama), pohon glodokan, dan beberapa tanaman buah. Sekira 60% tanaman di pulau ini terbilang jenis langka yang dilindungi.


Pantai berpasir putih. Karang-karang koral tropis. Laut yang jernih dan biru. Semua ini menunggu Anda di pulau Gili. Tanpa mobil, tanpa motor, dan tanpa gangguan lainnya melainkan hanya ada pemandangan pulau tropis yang sangat indah. Mobil dan motor dilarang di Gili untuk memberikan suasana pulau yang damai dan tenang.

Cara terbaik untuk menjelajahi pulau ini adalah dengan menggunakan sepeda. Anda dapat menyewa sepeda dan berjalan-jalan sambil melihat-lihat pemandangan pulau tropis yang spektakuler. Cidomo atau delman merupakan cara yang unik untuk berjalan-jalan di sekitar pulau. Jika Anda ingin berjalan-jalan antar pulau-pulau di Gili Anda dapat menyewa perahu motor.

Pulau Gili di barat laut Lombok merupakan tujuan wisata yang sangat ideal bagi Anda yang ingin beristirahat dari kejemuan rutinitas ibukota. Pulau-pulau Gili menawarkan karang-karang yang spektakuler dan tempat menyelam yang menegangkan seperti karang hiu. Pulau Gili merupakan tempat pelarian yang sempurna bagi siapapun yang menginginkan tempat yang indah, alami, dan menenangkan. Oleh karena itu, pulau-pulau Gili ini merupakan tujuan wisata yang sangat terkenal bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman luar biasa di pulau terpencil ini.

Jelajahi keindahan kehidupan bawah laut dan snorkel di koral-koral yang berwarna biru. Koral jenis ini hanya dapat ditemukan di pulau-pulau Gili dan Laut Karibia. Beranikan diri Anda jelajahi Turtle Point di Gili Meno, sebuah tempat terbaik untuk melihat penyu laut. Peralatan snorkeling dapat Anda sewa di berbagai tempat menyelam dekat pantai atau di pantai itu sendiri.

Ceburkan diri Anda dan menyelamlah di Dinding Meno di Gili Trawangan di kedalaman 18-20 m maka Anda akan menemui ikan hiu putih, mantarays dan penyu. Kehidupan laut dan koral yang terang di sini akan membuat Anda terkagum-kagum.

Jelajahi juga Wreck Point, sekitar 500 m dari pantai Mentigi, 43 m di bawah permukaan laut, Anda akan menemukan bekas kapal tenggelam yang dipenuhi oleh bongkahan batu. 

Bagi para diver dan snorkeler. Ada banyak tempat yang di pulau-pulau Gili dimana Anda dapat meyelami semua jenis kehidupan laut termasuk keindahan penyu hijau(Chelonia mydas). Berenanglah ke permukaan dan perhatikan makhluk anggun ini meluncur ke lautan. Anda dapat melihat penyu-penyu ini di kedalaman 10-20 m di bawah laut.

Gili Gili terdiri dari 3 pulau: Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Dalam bahasa daerah Sasak, “Gili” berarti “pulau”. Jadi Gili Gili berarti pulau-pulau dalam bahasa Indonesia.

Anda akan dijamu oleh masyarakat setempat yang ramah dan keindahan alam yang luar biasa, masing-masing pulau sangat ideal bagi para wisatawan. Gili Trawangan adalah pulau yang terbesar dan paling terkenal dari ketiga pulau tersebut. Ada banyak restoran di sini dan aktivitas hiburan malam.

Jika Anda sudah merasa puas dengan Gili Trawangan, kunjungilah Gili Menoatau Gili Air. Gili Air merupakan pulau yang paling dekat dengan pulau utama dan merupakan pulau yang paling padat. Gili Meno merupakan pulau terkecil dan hanya dihuni oleh beberapa ratus penduduk tetap meskipun begitu Anda akan dapatkan pengalaman istimewa di pulau terpencil ini.



Pulau Malenge, dapat saja menjadi salah satu pulau favorit Anda di antara puluhan pulau yang tercakup dalam kompleks wisata bahari andalan Sulawesi Tengah di Togean.

Pulau Malenge sebenarnya meliputi dua bagian pulau, yaitu Pulau Papan yang dihuni suku Bajoe dan Pulau Kadoda yang berupa cottage meliputi 8 kamar. Kedua pulau tersebut dihubungkan jembatan kayu panjang yang memukau sejauh 1.800 m.

Pulau Malenge dapat ditempuh dengan perjalanan menggunakan perahu boat dari Ampana sekira 2-4 jam. Sudah menjadi suatu yang umum, bahwa untuk mengarungi kawasan kepulauan alat transportasi terbaiknya adalah tentu saja kapal atau speedboat. Begitu pula apabila Anda hendak mencapai Pulau Malenge dan mengitari kawasan wisata bahari lainnya yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean. Anda dapat menyewa kapal tersebut, semakin banyak orang akan semakin murah mengingat biaya sewa yang bisa dibagi.

Tak jauh dari Pulau Malenge, terdapat sebuah destinasi wisata bernama Pulau Angkaio. Dalam bahasa daerah setempat, nama pulau tersebut berarti “Pulau Kepiting Kenari”. Nama ini rupanya disesuaikan dengan daya tarik utama pulau ini, yaitu mengamati kehidupan kepiting kenari yang merupakan salah satu hewan endemik di Sulawesi Tengah.

Pulau Kadidiri disebut-sebut sebagai tujuan wisata utama di kawasan Kepulauan Togean. Keindahan alam pesisir dan bawah lautnya yang bebas polusi dan eksotis menjadikannya berhak menyandang gelar tersebut. Pulau terpencil dan tak berpenghuni ini berjarak sekira 30 menit perjalanan dengan kapal dari Wakai. Terdapat 3 penginapan saja di pulau cantik ini; kebutuhan akan alat snorkeling dandiving dapat disewa di penginapan tersebut.

Sekira 30 menit dari Kadidiri, terdapat sebuah pulau yang juga cantik dan layak disinggahi yaitu Pulau Pangempa. Di pulau ini hanya terdapat sebuah penginapan bernama Fadhila Cottage. Terdapat sebuah desa kecil di pulau ini bernama Desa Katupat. Di garis pantainya terdapat banyak pohon kelapa yang menambah sejuk dan indah suasana. Buahnya dapat pula Anda nikmati sebagai pelepas dahaga.

Poya Lisa adalah pulau kecil lainnya yang tak kalah pesonanya dengan pulau-pulau lain. Pulau terpencil nan eksotis serta jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota ini dapat saja menjadi sebuah tempat liburan dan relaksasi yang sempurna. Belum lagi ditambah keramahan pengelola 4 buah cottage di pulau tak berpenghuni ini yang akan pula menjadi kenangan yang menghangatkan hati. Makanan khas laut yang disajikan oleh pengelola cottage pun sudah menjadi buah bibir di kalangan wisatawan karena rasanya yang memanjakan lidah. Dari Pulau Kadidiri, perjalanan menuju Poya Lisa adalah sekira 2 jam atau dapat ditempuh sekira 10 menit menggunakan kapal motor dari Bomba.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...