Gurl's Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label Hutan & Gunung. Show all posts
Showing posts with label Hutan & Gunung. Show all posts

Tuesday, January 21, 2014

Ini dia, danau-danau menawan di Nusa Tenggara Timur yang penting dipertimbangkan untuk liburan Anda berikutnya. Yuk, simak apa aja.


Danau Kelimutu
Tak jauh dari kota kecil Moni, sekitar 50 kilometer sebelah timur Ende di Pulau Flores, terdapat Kelimutu – gunung berapi dengan tiga danau di puncaknya.
Masyarakat setempat meyakini bahwa setelah meninggal, arwah akan naik ke puncak Kelimutu dan berdiam di ketiga danau tersebut. Tiwu Ata Mbupu adalah danau yang diyakini sebagai tempat berdiam arwah orang tua. Airnya berwarna biru dan berlokasi paling barat di antara ketiganya. Dua danau yang lain, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai yang merupakan danau bagi arwah muda-mudi dan Tiwu Ata Polo.
Kalau mau menikmati keindahan Danau Kelimutu, Anda sebaiknya datang subuh sebelum matahari terbit supaya bisa menikmati sunrise di puncak gunung karena mulai pukul 09.00 kabut akan menutupi permukaan danau.

Danau Ranamese
Ranamese, julukannya ‘Kelimutu Kecil’, adalah kawasan wisata alam yang dikelilingi hutan perbukitan. Ingin menjelajah dataran tinggi di Pulau Flores? Ini dia tempatnya. Danau berhawa segar ini juga ideal untuk mengamati burung.
Ranamese yang tenang dan jernih memiliki banyak ikan air tawar dan tanaman air. Monyet liar juga suka bermain ke sekitar pinggiran danau. Di musim hujan, kawasan hutan sekitar Ranamese juga diwarnai oleh anggrek liar. Jangan lupa bawa teropong, supaya kamu bisa melihat satwa dan tumbuhan sepanjang trekking di Ranamese.
Kalau Anda mau melanjutkan wisata ke desa sekitar, ada Teber di Golo Rutuk yang berjarak sekitar 6 kilometer. Tetapi jalan menuju Golo Rutuk rusak, jadi ingat kalau tempatnya sukar dijangkau dengan mobil. Sedangkan, penginapan terdekat baru ada di Borong dan Ruteng.
Tertarik berkunjung ke Ranamese? Ambil jalur Transflores antara Ruteng dan Borong. Nah, Danau Ranamese berjarak sekitar 27 kilometer dari Ruteng dan 37 kilometer dari Borong. Lokasinya cenderung mudah ditemukan sebab gerbang menuju Ranamese dekat sekali dengan jalan utama.

Danau Rana Tonjong
Dalam bahasa Flores, tonjong berarti teratai atau lotus – tanaman air yang cantik dengan kuntum berwarna merah jambu dan daun bulat yang mengambang di permukaan air. Rana Tonjong yang terletak di Desa Nanga Mbeling, Kecamatan Sambi Rampas, sekitar 3 kilometer sebelah utara Pota, Manggarai Timur, NTT, dinamai demikian sebab tempat ini memiliki teratai istimewa.
Lebar daun teratai di danau tersebut bisa mencapai 30 sentimeter. Cantik sekali dan raksasa, apalagi giant lotus seperti di Rana Tonjong hanya endemik di dua tempat, yakni di India dan di wilayah sekitar Rana Tonjong. Setahun sekali, antara April dan Mei, bunga-bunganya merekah dan itulah waktu yang tepat untuk menikmati pesona teratai di Rana Tonjong.
Kalau ingin singgah ke Rana Tonjong, dari Ruteng Anda bisa pergi ke Pota lewat Reo. Dari situ Rana Tonjong berada 3 kilometer di utara Pota.

Danau Nefona
Kalau danau yang satu ini letaknya dekat dengan ibu kota Nusa Tenggara Timur, Kupang. Nefona yang luasnya sekitar 7 hektare berjarak sekitar 80 kilometer dan merupakan danau alami yang terletak di Desa Silu, Kecamatan Fatuleu.
Di Nefona, Anda bisa berenang, piknik, atau mancing sambil menikmati suasana sekitar danau. Yang pengen menjelajah danau bisa ikut perahu motor nelayan.
Air di danau tersebut jernih sekali, sehingga Anda bisa melihat dasarnya. Panorama sekitar Nefona juga menyejukan mata.

Danau Tuadale
Ditumbuhi pepohonan bakau dan habitat buat banyak satwa air, Danau Tuadale yang menawan berlokasi di Silu, Kecamatan Kupang Barat. Dari Kota Kupang, perjalanan ke Suaka Margasatwa Danau Tuadale bisa ditempuh dengan perjalanan darat setengah jam dengan mobil pribadi ke jurusan Tablolong.
Yang suka menjelajah, Anda bisa berkeliling danau dengan sampan. Di tempat ini, hal yang bisa dilakukan antara lain rekreasi, mancing, dan wisata ke hutan bakau. Banyak pengunjung yang datang ke Tuadale lebih senang berkeliling sekitar hutan bakau lalu membeli ikan segar dari nelayan setempat.

Wednesday, December 18, 2013


Jika Anda sedang berada di Kota Semarang, jangan hilangkan kesempatan untuk berkunjung ke wahana rekreasi Water Blaster Semarang Graha Candi Golf yang terletak di Jalan Bukit Candi Golf No 1 Semarang. Lokasinya di perumahan elit Graha Candi Golf dan merupakan wahana permainan air yang terbesar dan terlengkap di Semarang.

Water Blaster Semarang Graha Candi Golf merupakan perpaduan antara air dan permainan sehingga menjadi obyek wisata yang menyenangkan sebagai tempat rekreasi keluarga.

Di obyek wisata seluas 4 hektar ini, para pengunjung dapat mencoba 13 jenis wahana permainan mulai dari luncuran sepanjang 230 meter dengan tinggi 23 meter, wahana permainan anak, kolam arus, dan flying fox dengan jarak 105 meter. Water Blaster bisa mengakomodasi pesta ulang tahun, gathering ataupun pre wedding.


Fasilitas penunjang untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung telah tersedia seperti : kantin, toko pakaian renang, ruang pamer dan gazebo.




Dataran tinggi Dieng terletak 30 km dari kota Wonosobo, tepatnya di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Dataran tinggi Dieng memiliki banyak candi-candi kecil kuno yang indah terhampar di kawasan dataran tinggi gunung berapi.

Di tempat ini Anda dapat melihat candi bercorak Hindu dengan arsitektur yang indah dan unik. Selain itu daerah wisata ini juga memiliki Dieng Plateau Theater yang menyediakan informasi keajadian alam di sekitar Dieng. Bioskop ini mampu menampung 100 kursi, memiliki taman yang asri dan sangat nyaman untuk Anda bersantai sambil dimanjakan dengan panorama indah dari rangkaian pegunungan sekitarnya.

Nama ‘Dieng’ sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “Di” yang berarti tempat yang tinggi dan ”Hyang” yang artinya tempat para dewa dewi. Diartikan kemudian sebagai tempat kediaman para dewa dan dewi. Ada juga yang mengartikannya dari bahasa Jawa yaitu “adi” berarti indah, berpadu dengan kata “aeng” yang artinya aneh. Penduduk setempat kadang mengartikannya sebagai tempat yang indah penuh dengan suasana spiritual.

Dataran tinggi Dieng bagaikan negeri di atas awan. Terhampar di ketinggian 2.000 m di atas permukaan laut membuat udaranya sejuk dan menyegarkan serta ditutupi kabut tebal. Karena keindahannya yang menakjubkan inilah diyakini bahwa Dieng dipilih sebagai tempat yang sakral dan tempat bersemayamnya dewa dewi.

Anda akan melihat lumpur mendidih yang mengeluarkan gelembung, danau belerang berwarna cerah, dan kabut tebal yang menyelimuti dataran tinggi Dieng. Melihat, merasakan, dan membayangkan tempat ini secara langsung akan membuat Anda memahami mengapa masyarakat Jawa menganggap Dieng sebagai tempat yang memiliki kekuatan supernatural. Saat terpesona dengan keindahan alam Dieng maka Anda sekaligus juga merasakan getaran misterius di tempat ini.

Kawasan Dieng memiliki banyak candi-candi kecil yang dinamai tokoh-tokoh cerita epik Mahabrata seperti Bima, Gatot kaca, Arjuna dan Srikandi. Diyakini bahwa candi-candi ini dulu digunakan sebagai tempat tinggal para pendeta yang menyebarkan ajaran Hindu.


Keindahan pemandangan alam kawasan Dieng telah banyak memukau wisatawan yang datang dan memberi kesan mendalam secara pribadi. Mulai dari danau-danau berwarna hijau dan kuning, airnya yang jernih dapat menjadi cermin, keindahan alam kawasan ini sungguh luar biasa. Danau cermin ini merupakan fenomena keindahan dataran tinggi Dieng yang sungguh mengagumkan.

Jika Anda mendaki ke atas dataran tinggi Dieng maka seolah berada di puncak dunia. Anda akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa saat melihat pemandangan danau yang berwarna-warni dan berkabut tebal di sekelilingnya.

Bila itu belum cukup dan Anda ingin merasakan pengalaman yang lebih spektakuler maka datanglah ke dataran tinggi Dieng untuk melihat matahari saat terbit dan terbenam dengan warna keemasan dan keperakan yang luar biasa. Sunrise yang indah ini merupakan fenomena alam yang unik dan mengagumkan apalagi bila Anda melihatnya dari atas candi.

Saat perjalanan menuju ke daratan tinggi Dieng ini Anda akan melewati perkebunan tembakau dan pemandangan gunung yang indah.

Menelisik fenomena anak gimbal atau penduduk setempat menyebut "anak gembel" yang tinggal di Dataran Tinggi Dieng merupakan pengalaman yang unik. Menurut kepercayaan warga setempat, anak gimbal merupakan anugerah dari para dewa sehingga fenomena ini patut disukuri. Biasanya jika rambut anak gimbal dipaksakan dipotong, maka si anak akan cenderung sakit-sakitan, dan anehnya rambut gimbal anak-anak gimbal tidak secara alami tumbuh ketika mereka dilahirkan, namun tumbuh saat usia mereka menginjak 1-2 tahun.


Baturaden merupakan resor paling menonjol di Jawa Tengah, sekitar 14 km sebelah utara Purwokerto, sebuah kota administrasi di selatan pulau Jawa. Tempat ini menempati sebuah daerah menarik di lereng Gunung Slamet yang memiliki tinggi 650 m di atas permukaan laut. Merasakan kesejukan udara, berjalan di kebun yang hijau, menjelajah hutan pinus, mandi di air panas, berenang di kolam renang hotel yang bergaya bungalow merupakan serangkaian kegiatan yang patut Anda coba.



Batur merupakan sebuah desa pegunungan yang terletak di Penelokan Utara, kecamatan Kintamani, sampai tahun 1926 merupakan desa makmur yang berada di kaki Gunung Batur.

Jika Anda memasukkan Batur ke dalam daftar destinasi Anda di Bali, pasti Anda tidak akan kecewa. Batur memiliki potensi wisata dan panoramanya yang sangat menarik, seperti Gunung Batur dan Danau Batur. Belum lagi udaranya yang sejuk pada siang hari dan dingin pada malam hari menjadikan tempat ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan.

Jika Anda berdiri di penelokan (dalam bahasa Bali yang berarti tempat untuk melihat-lihat) terletak di wilayah Desa Kedisan, Kintamani, merupakan lokasi yang paling strategis untuk menikmati pemandangan alam di kawasan wisata ini. Mata Anda akan takjub melihat pemandangan di bawah yang sangat menakjubkan kombinasi antara Gunung Batur beserta hamparan bebatuan hitam dengan Danau Batur yang berbentuk bulan sabit berwarna biru di tengah kaldera yang oleh banyak wisatawan dikatakan sebagai kaldera terindah di dunia.

Jika Anda tidak turun ke Kawasan Gunung Batur dan Danau Batur mungkin cara yang terbaik adalah menggunakan mobil tapi Anda juga bisa berjalan kaki. Sedangkan jika Anda memutuskan untuk mengujungi Gunung dan Danua Batur cara yang paling baik untuk berkeliling adalah dengan berjalan kaki.

Tuesday, December 17, 2013



Air terjun Sambabo tepatnya terletak di Desa Ulumambi Kecamatan Bambam. Air terjun yang berasal dari kata Samba dan Botto ini berada pada ketinggian 400 meter dan berada sekitar 10 kilometer dari Kota Mamasa atau sekitar 300 kilometer dari Kabupaten Polewali Mandar. Air terjun ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi propinsi sulawesi tenggara, karena air terjun ini merupakan air terjun tertinggi di Pulau Sulawesi. 

Air terjun Sambabo memiliki keindahan yang cukup menakjubkan tak hanya bagi wisatawan lokal bagi para tapi juga untuk wisatawan mancanegara. Air terjun bertingkat-tingkat dan terletak di tempat yang cukup tinggi ini mampu menjadi daya pikat, bahkan ada diantara para wisatawan asing yang menganggap bahwa keindahan Air Terjun Sambabo tidak kalah hebatnya dengan air terjun Niagara di Amerika. Kemegahan tidak hanya berpusat di Air Terjun Sambabo saja, alam sekelilingnya pun menarik, terpampang di lereng pegunungan dan berada di antara batu-batu besar, juga dihiasi dekorasi hutan alami yang mengelilingi air terjun. Untuk mencapai Air Terjun Sambabo, terlebih dahulu kita harus melewati jembatan gantung, tentu ini akan menjadi sesnsasi tersendiri, lalu mendaki lembah sekitar 500 meter, dan kita juga akan lewati kebun kopi dan kakao. 

Seperti halnya tempat-tempat lainnya di Indonesia yang mempunyai cerita mitos, Air terjun Sambabo sendiri konon memiliki penjaga berupa burung raksasa yang menghuni gua batu dibalik derasnya air terjun , burung ini sekali keluar dalam setahun menjalajahi wilayah sekitarnya sampai pantai barat Sulawesi diteluk Mandar Sehingga air terjun ini diberi nama samba botto disingkat Sambabo karena burung raksasa ini mengembarai wilayah luas dalam Bahasa Bambang “ Ussambai Botto “. 

Bagi Anda yang ingin berkunjung dan berasal dari Luar Sulawesi Barat, untuk sampai ke Air Terjun Sambabo, akses yang termudah hanyalah dari Makassar, Sulawesi Selatan. Ada transportasi udara dari Makassar menuju Bandar Udara Tampa Padang, Mamuju. Setelah itu, perjalanan bisa dilanjutkan ke Mamasa dengan menggunakan mobil sewaan atau angkutan umum. Setibanya di kota Mamasa, disarankan istirahat sejenak sebelum meneruskan perjalanan ke Kecamatan Bambam, tempat di mana obyek wisata air terjun Sambabo berada. 

Di kota Mamasa, banyak fasilitas yang disediakan untuk para wisatawan, diantaranya hotel, penginapan, restoran, rental mobil, hingga pusat penjualan oleh-oleh khas Mamasa. Oleh karenanya, sebelum mengunjungi Air Terjun Sambabo, alangkah baiknya kita bertandang ke kota Mamasa terlebih dahulu. Tapi yang sangat disayangkan adalah bahwa tempat seindah ini tidak terpublikasi dan diurus dengan profesional sehingga menjadi surga yang teraniay




Taman Nasional Kelimutu merupakan taman nasional terkecil dari enam taman nasional di Bali dan Nusa Tenggara. Akan tetapi, ukuranya tidak begitu penting ketika Anda menyaksikan keindahan alam yang ditawarkan taman nasional ini. Di sini terdapat tiga danau yang terletak di puncak Gunung Kelimutu, ketiga danau tersebut memiliki nama yang sama dan popular dikenal sebagai Danau kelimutu. Setiap danau memiliki warna dan arti masing-masing. Ketiga danau itu diyakini merupakan tempat bersemayamnya roh-roh dan juga diyakini memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat. 

Danau Kelimutu dipopularkan seorang warga Belanda bernama Van Such Telen pada tahun 1915. Keindahannya semakin dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan keindahan dan perubahan warna air danau tersebut dalam tulisannya tahun 1929. 

Untuk mencapai lokasi danau, Anda dapat memulai dari Moni, kota kecil yang merupakan basecamp para backpacker. Pemandangan indah disepanjang jalan menuju lokasi danau sangatlah indah. Danau paling barat bernama Tiwu Ata Mbupu yang berarti ‘danau jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal’. Danau yang berada ditengah disebut danau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai atau ‘danau untukjiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal’. Danau yang paling timur disebut Tiwu Ata Polo atau ‘danau untuk jiwa-jiwa untukorang selalu melakukan kejahatan’. Warna ketiga danau tersebut selalu berubah-ubah.

Ada danau lain di dunia ini yang dapat berubah warna seperti Danau Biru di Gunung Gambier,di Australia Selatan, yang perubahan warna birunya menjadi warna abu-abu dan dapat diprediksi.Ada pula Danau Yudamari di Gunung Nakade, Jepang, yang perubahan warnanya dari hijau toska menjadi hijau.Perubahan warna air Danau Kelimutu tidak dapat diprediksi. Kadang-kadang, warnanya bisa biru, hijau dan hitam dan lain waktu bisa berwarna putih, merah dan biru dan beberapa waktu yang lalu berwarna coklat tua.

Secara ilmiah perubahan warna Danau Kelimutu merupakan faktor kandungan mineral, lumut dan batu-batuan di dalam kawah dan juga pengaruh cahaya Matahari. Para ilmuwan yakin bahwa danau ini terbentuk dari erupsi gunung vulkanik pada zaman purba. Fenomena ini telah menarik perhatian para ahli geologi karena keberadaan danau yang memiliki tiga warna yang berbeda namun berada di gunung yang sama ini. Masyarakat lokal di Moni, yakin bahwa orang-orang yang tinggal di sekitar danau telah berbuat jahat dan meninggal.

Danau kelimutu merupakan bagian dari Taman Nasional Kelimutu. Titik tertinggi taman nasional ini adalah 5,679 kaki yang terletak di gunung Kelibara (1,731 meter) dan Gunung Kelimutu setinggi 5,544 kaki atau (1,690 meter). Taman Nasional Kelimutu merupakan habitat bagi sekitar 19 jenis burung yang terancam punah diantaranya punai flores (Treron floris), burung hantu wallacea (Otus silvicola), sikatan rimba-ayun (Rhinomyias oscillans), kancilan Flores (Pachycephala nudigula), sepah kerdil (Pericrocotus lansbergei), tesia Timor (Tesia everetti), opior jambul (Lophozosterops dohertyi), opior paruh tebal (Heleia crassirostris), cabai emas (Dicaeum annae), kehicap flores (Monarcha sacerdotum), burung madu matari (Nectarinia solaris), dan elang Flores (Spizaetus floris).

Disini juga dapat ditemui tikus gunung (Bunomys naso), banteng (Bos javanicus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak nainggolani), luwak (Pardofelis marmorata), trenggiling (Manis javanica), landak (Hystrix brachyura brachyura), dan kancil (Tragulus javanicus javanicus).

Masyarakat lokal yakin bahwa danau ini merupakan tempat jiwa orang yang sudah meninggal beristirahat. Area Kelimutu dikelilingi hutan yang ditumbuhi beragam tumbuhan yang jarang ditemukan di tempat lain di Flores. Selain pohon pinus, terdapat juga tumbuhan paku, tumbuhan marga Casuarina, redwood dan bunga edelweiss. Hutan pinus tumbuh subur di ketinggian Gunung Kelimutu. Area lain dari gunung ini tandus dengan pasir dan tanah yang tidak stabil. Masyarakat setempat yakin bahwa Gunung Kelimutu merupakan gunung kramat dan merupakan sumber kesuburan bagi tanah disekitarnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...